Tulisan Lainnya
- Karakter orang ‘ngupil’
- Sebutir nasi diatas piring
- Ku tak tahu, tapi cinta
- Kesadaranku…
- Semakin… dan…
- Sedikit saja…
- Three Monkeys…
- Sedikit saja…
- Three Monkeys…
- Perahu Kertas-Ku-layarkan
- Catatan Kehidupan I
- Tersenyumlah untukku, untuk sebuah cinta
- Kejujuran dan Doa
- Kemanakah “rasa” itu pergi?
- Suara Kota Lama saat “Coblosan”
Karakter orang ‘ngupil’
Ini adalah daftar karakter orang berdasarkan cara ngupil… monggo dibaca dengan seksama…
1. Orang yang taat beragama, Berdoa dulu sebelum ngupil
2. Orang yang tidak berpendidikan, Menggunakan jari orang lain untuk ngupil.
3. Orang yang suka ganti suasana, Selalu menggunakan jari yang berbeda tiap kali ngupil
4. Orang yang menganggap waktu adalah uang, Kalo ngupil, 2 lobang sekaligus (Sekali mendayung, 2 pulau [...]
Sebutir nasi diatas piring
Saat itu, aku sedang duduk di tepian sungai bawah pohon kesemek. Alirannya mulai surut. Namun masih terdengar merdu perlahan. Gemericiknya mengalunkan nada alam yang begitu eloknya. Hingga membuatku termenung akan sebuah perubahan.
Perlahan dan mendalam, ku coba menjalarkan otakku yang mulai mengerutkan otot dahi. Tak disangka… tiupan angin di sela daun-daun kesemek bak suara seruling dan [...]
Ku tak tahu, tapi cinta
Lihatlah! aku ini tanah kering kerontang
Tak gampang bagi tanaman tumbuh dan berkembang
Tapi sekali tanaman bertahan, ia tak gampang tumbang
Atau dirobohkan, karena akarnya kuat terpancang
Duhai orang yang mencercaku seenak saja
Mencelaku sepuas hati tanpa dasar apa-apa
Lantaran aku menaruh hati dan jatuh cinta
Pada seseorang yang sekalipun tak pernah
Sungguh, kau terlalu berlebihan menuduhku
Sebagai orang yang lemah dalam bercinta
Aku katakan [...]
Kesadaranku…
Huaaaahem… Ngantuk masih juga menghinggapi di dasaran pelupuk mata. Lelapku membawa pada mimpi yang penuh makna. Karunia Allah yang tak bisa terjamah oleh tangan dan tak terlihat oleh mata. Ingin sekali bangun namun tak kuasa untuk merelakan kenikmatan yang telah hinggap.
Tiba-tiba saja terdengar samar perut yang meminta sedekah bumi. Dengan alasan itu akhirnya ku terbangun. [...]
Semakin… dan…
Hey, rasanya sudah lama yah kita tak tegur sapa. Sepi dan sunyi dari banyolan konyol yang sering ku lontarkan. Aku selalu rindu senyuman itu. Senyuman yang selalu membuatku memipihkan pupil mata untuk melihatnya dalam-dalam. Tak urung senyum ku pun terbangun. Sembari mengucap terima kasih saat itu pula meminta agar senyum itu akan terus ku lihat.
Apa [...]
Sedikit saja…
Ternyata memiliki Kasih bukan sekedar membuat bangga. Tetapi pula membuat miris. Ia nyaris sempurna, bak bidadari yang terkepak sayapnya diantara langit dan bumi. Terliat samar namun tetap saja cemerlang. Ia berkilau. Aku redup. Iya bersinar. Aku surup. Ia putih. Aku kelam.
Dalam tawa sinisku, aku terlalu tinggi untuk mengaku. “Pergi kamu!” Dan sebenarnya aku malu ketika [...]
Three Monkeys…
Hemmm… tak dipungkiri memang. Beraneka ragam sikap dan sifat manusia di sekitar kita. Mampukah kita memahami keanekaragaman itu dalam kurun waktu kita hidup? at least, cuman sebentar saja mungkin tak lebih dari 80 tahun. Jangankan disekitar kita, orang-orang yang dekat pun terkadang lepas dari pandangan. Bahwa ada hal kecil yang sulit kita sentuh.
Baru saja selesai [...]
Sedikit saja…
Ternyata memiliki Kasih bukan sekedar membuat bangga. Tetapi pula membuat miris. Ia nyaris sempurna, bak bidadari yang terkepak sayapnya diantara langit dan bumi. Terliat samar namun tetap saja cemerlang. Ia berkilau. Aku redup. Iya bersinar. Aku surup. Ia putih. Aku kelam.
Dalam tawa sinisku, aku terlalu tinggi untuk mengaku. “Pergi kamu!” Dan sebenarnya aku malu ketika [...]
Three Monkeys…
Hemmm… tak dipungkiri memang. Beraneka ragam sikap dan sifat manusia di sekitar kita. Mampukah kita memahami keanekaragaman itu dalam kurun waktu kita hidup? at least, cuman sebentar saja mungkin tak lebih dari 80 tahun. Jangankan disekitar kita, orang-orang yang dekat pun terkadang lepas dari pandangan. Bahwa ada hal kecil yang sulit kita sentuh.
Baru saja selesai [...]
Perahu Kertas-Ku-layarkan
“oh, tidak… aku telah melupakannya. Sahabat ku yang selalu menemani dulu. Kini dia nampak kering. Maafkan aku… maafkan aku…” teriak dalam hati ketika terbangun dari tidurku di pagi buta ini. Detik jarum jam berbunyi teratur, membuat semakin sunyi pagi ini. Ku coba beranjak dari tempat tidurku menuju pancuran air samping rumah.
Mulutku mulai komat-kamit kedinginan. Tak [...]
Catatan Kehidupan I
Teringat dua catatan Cak Nun yang bagus untuk merenung… Bagaimana menghadapi hidup yang sekarang ini penuh dengan “materi”…
Ekonomi Siklikal
Saya sering dianggap sombong oleh teman- teman saya karena saya selalu mengatakan bahwa saya tidak akan pernah mau hidup di dunia hanya untuk mencari uang. Jadi saya tidak pernah mencari uang. Saya menulis, mungkin saya bikin puisi, [...]
Tersenyumlah untukku, untuk sebuah cinta
Laila datang bergegas. Mulutnya sambil komat-kamit “ngecipis” beberapa buah kalimat. “Bukan, bukan aku yang kau cari. Aku tak pantas buatmu, engkau terlalu baik buatku. Aku miskin, engkau kaya segudang berlian engkau punya… aku malu. Orang tuaku biasa saja tak seternar orang tuamu. Sungguh aku tak pantas bersanding disisimu.”
Omelan itu terdengar Lien yang sedari setengah jam [...]
Kejujuran dan Doa
“Bruk!” tiba-tiba tas bertato YSL jatuh tepat di mejaku. Pas sekali mengagetkan aku dari lamunan. Sebegitu tak berharga kah tas kenamaan asal Prancis Yvest Saint Laurent hingga dibuang begitu saja? Oh ternyata, sudah berdiri seorang puteri yang nampaknya sedang bersedih. Mukanya terlihat kusut dan pucat. Lingkar matanya sedikit keriput. Mungkin karena kehabisan pelumas mata karena [...]
Kemanakah “rasa” itu pergi?
Pertanyaan pertama yang muncul, “Bagaimana kita bisa berbahagia diatas penderitaan orang lain?” Di saat itu pula, mata kita serasa buta dan telinga kita seakan tuli seketika. Disibukkan dengan (mungkin) kenikmatan dan kesibukan. Sudah punahkah “rasa” itu? Sudah menguapkah tanggung jawab itu?
Masihkah kita memperalat dan memanfaatkan kesusahan orang lain? Dengan menumpuk kesenangan dalam brankas yang kita [...]
Suara Kota Lama saat “Coblosan”
Wah siyal… secara lagi coding malah dapet kiriman tulisan tentang “coblosan” atau sekarang ngetrennya sih “contrengan”. Teh Rere dan EngKoh Koes si penulis ulung yang hebat bukan kepalang. Ndok hanya, sebut saja penulis, culun yang hanya ingin gembira.
Di statusku tertulis, “Nona latipa namanya… berjalan di pelataran kota lama. Genit pada penarik becak yang dari tadi [...]



Ini beberapa sekelumit tentang siapakah gerangan ndokceplok itu: